Minggu, 06 Januari 2013

ANALISIS NOVEL LASKAR PELANGI


Nama                   :        Dede Pratiwi Susilowati
Kelas           :        3 D Diksatrasia
Nim             :        2222101678
Analisis novel ke 5 Laskar Pelangi
Laskar pelangi merupakan sebuah novel fenomenal dalam dunia penulisan di Indonesia. Siapa yang tidak mengenal novel ini. Novel ini sungguh popular di Tahun 2009an. Novel ini terlahir dari tangan emas pemuda Belitong asli yang bernama Andrea Hirata. Jalan cerita novel inipun barangkali berasal dari kehidupan nyata sang penulis sendiri. Novel ini sungguhlah mendobrak dunia penulisan kita yang sedang matisuri. Bahkan sampai-sampai  novel ini menyabet gelar ‘best seller’ serta Indonesia’s powerfull book. Ratusan ekslempar novel telah habis terjual, pencetakan novelpun bahkan dilakukan hingga berkali-kali dalam beberapa tahun.
Prestasi demi prestasi pun sudah banyak direnggut novel ini, banyak sekali tokoh besar memberikan komentarnya di beberapa halaman, di cover depan dan belakang novel Laskar Pelangi ini. Sampai-sampai sudah diterbitkan dalam banyak bahasa agar orang luar dapat menikmati karya sastra penuh inspirasi ini. Puncaknya novel ini diangkat kedalam layar lebar serta menduduki box office dalam beberapa minggu. Berbagai buah manis mulai terkuak dalam novel ini dari otak jenius sang pengarang, sungguhlah karya sastra ini bernilai seni tinggi karena bukan berisi roman percintaan klasik garing yang itu-itu saja seperti yang beredar dipasaran Indonesia. Namun justru berisi tentang perjuangan hidup, semangat menggapai cita-cita, persahabatan, keagamaan, dan sedikit dibumbui percintaan yang menggelitik pembaca.
Begitu fenomenalnya Laskar pelangi ini bahkan sampai-sampai jika anda bertanya pada para remaja yang anda temui dimana saja tentang laskar pelangi pasti setidaknya mereka mengenal laskar pelangi. Karena laskar pelangipun dibuat lagu khusus oleh grup band yang sedang naik daun dengan judul yang sama yang berisikan tentang pejuangan meraih mimpi seperti cerita dalam novel tersebut. Tentu saja nama laskar pelangi kian melambung seiring melambungnya lagu itu.
‘Novel pembawa inspirasi’ begitulah yang ada dalam otak saya setelah rampung membacanya. Sebenarnya novel lascar pelangi ini tidak berakhir pada halaman akhirnya sebab ada sequel lascar pelangi yakni sang pemimpi, Edensor,dan maryah karpov yang tentu saja melejit pula dipasaran. Baiklah saya akan segera memulai analisis saya mengenai novel ini. Novel yang terdiri dari 494 halaman dengan penambahan glosarium hingga mencapai 534 halaman  merupakan novel yang tidak main-main dibuat karena didalamnya terdapat banyak sekali kata-kata asing yang kemudian dijabarkan di sebuah halaman khusus yang bernama glosarium.
Awal kali akan membaca novel ini mungkin para orang awam seperti saya akan menciut nyali untuk menghatamkannya karena novelnya tebal luar biasa, namun jendela hati pasti langsung terbius dengan rangkaian indah kata yang dibuat pengarang yang menuntun pembaca untuk terus lanjut membaca lembar demi lembar novel.
Laskar pelangi dalam novel ini adalah sekumpulan anak kecil yang memiliki tekad luar biasa untuk mengenyam pendidikan ditengah kemiskinan, kebodohan masyrakat, serta kesemrautan jaman dan kehidupan marginal yang sama sekali tidak memihak pada tubuh hitam kecil mereka. Lascar pelangi beranggotakan 10 orang anak luar biasa, mereka adalah Ikal, Lintang, Borek, Sahara, Akiong, Harun, Tripani, Syahdan, Mahar, Kucai. Mereka memiliki karateristik unik yang berbeda antara satu dengan yang lain. Sebut saja Ikal tokoh utama dalam novel ini digambarkan dengan kepribadian luar biasa pantang menyerah, setia kawan dan juga pintar. Dari kesepuluh anggota lascar pelangi yang paling mencolok adalah Mahar dan Lintang, penyeimbang kelas, penyeimbang otak kiri dan kanan sebuah sekolah dasar islam satu-satunya yang miskin di Belitong.
Ikal adalah anak lelaki yang kucel, dekil, miskin, dan kesengsaraan selalu melekat padanya. Perjalanan hidupnya dimulai pada saat dia dan kesembilan anak lainnya mendaftar disebuah sekolah dasar islam satu-satunya di Belitong, sekolah itu sungguh miskin, melarat, bangunannya hampir roboh. Hanya ada 3 alasan mengapa para orangtua menyekolahkan anaknya di sana, yang pertama jelas karena mereka tidak sanggup membiayai sekolah sehingga memilih menyekolahkan anaknya di sekolah yang tidak diminta iuran sepeserpun, yang kedua karena sd Muhamadiah adalah sekolah dasar islam satu-satunya di Belitong, alasan terakhir adalah karena anaknya tidak diterima disekolah dasar manapun di Belitong sehingga akhirnya sekolah disitu.
Ironisnya sekolah akan ditutup dihari itu juga apabila murid yang mendaftar kurang dari sepuluh orang, sedangkan murid yang baru mendaftar saat itu baru 9 orang. Bu Mus, sebagai guru kelas sungguh dibuat panik dengan keputusan itu, dia takut sekolah tempatnya mengajar akan ditutup hanya karena kurang satu orang murid yang hendak mendaftar. Namun ternyata takdir berkata lain, Harun seorang anak kecil yang terperangkap dalam tubuh orang dewasa hadir didetik terakhir pendaftaran sekolah, dia menyelamatkan SD Muhamadiah. Namun disisi lain Harun bukan mahluk sempurna, dia orang yang memiliki ‘kebutuhan khusus’.
Mahar dan Lintang, mereka berdua menjadi pusat yang membangkitkan hawa hidup di SD tersebut. Mahar adalah seorang anak kecil miskin yang mempunyai segudang bakat yang berasal dari otak kanan, dia begitu piawai menyanyi, menabuh alat musik, dan dia seperti seorang master kondang dalam perhelatan pertunjukan musik di Belitong, Mahar adalah anak kecil penuh jiwa seniman, mempunyai segudang imajinasi liar khas anak kecil yang membara dan menularkannya pada anak lain. Namun kecintaannya pada hal-hal mistis menyeretnya keluar dari poros seorang seniman, jiwa seninya terlalu buas dan liar untuk mengetahui hal-hal mistis. Hingga akhirnya dia dipertemukan dengan Flo anak perempuan tomboy dari SD PN yang memilih pindah ke SD muhamadiah agar bisa berteman dengan Mahar si Raja mistis menurut hematnya. Flo pun menjadi anggota Laskar pelangi setelah diangkat di pohon anak Laskar pelangi bermain.
Lintang, anak kecil miskin dari ayah seorang patani miskin di Belitong, rumahnya adalah rumah terjauh dari yang lainnya, setiap hari Lintang mengkayuh sepedanya tak peduli hari panas, hujan, badai dia tetap datang kesekolah, pantang baginya membolos. Otaknya demikian cermelang, mungkin dia adalah Einstein Belitong, ah tidak lebih tepatnya dia Einstein Indonesia, Lintang terlampau genius entahlah IQ nya berapa. Yang jelas dia sungguh murid terpandai di SD muhamadiah, bukan hanya itu, Lintang memiliki semangat membara, berapi-api dan meluap. Dia mengajarkan pada anak lain untuk bercita-cita, padahal sebelumnya tak ada satupun yang berani bercita-cita. Lintang sang penyemangat jiwa bagi Ikal. Dialah sahabat terbaik sekaligus rival terberat bagi Ikal.
Mereka bersepuluh begitu bersemangat, bergairah, dan menggebu-gebu. Sang penulis sungguh piawai merangkai kata sedemikian indah sehinga pembaca merasa terbawa dalam alur yang dibuat penulis.
Overall, novel ini sungguh bagus dan bagi saya pribadi sangat menginspirasi. Ada beberapa kalimat mutiara dalam novel ini yang menjadi panutan bagi saya, yakni ‘bakat itu tidak seketika muncul seperti alergi atau jerawat, namun dalam berbagai kasus bakat itu dicari’ bahkan sayapun bercermin dari kalimat ini, sebab saya belum menemukan apa bakat saya sendiri. Jika tidak membaca novel ini mungkin saya tidak menemukan banyak inspirasi. Begitulah novel ini dimata saya, memberikan banyak manfaat. Tak heran novel ini menjadi novel fenomenal tahun 2009an hingga sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar